Tampilkan postingan dengan label Indonesia Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Emas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Februari 2012
Minggu, 18 Desember 2011
Selasa, 17 Mei 2011
Knowledge-Based Student Movement
Sebagai seorang yang mengaku sebagai insan akademis, mahasiswa berada pada posisi untuk mempertanggungjawabkan kata “akademis” yang melekatnya padanya. Kata akademis ini dekat dengan sesuatu yang berdasarkan data, fakta dan kebenaran ilmiah. Dengan kata lain, mahasiswa dituntut untuk memiliki cara pikir, kebijaksanaan dan perilaku yang menggambarkan bahwa dirinya adalah seorang yang memang insan akademis. Kata Mahasiswa pun sejatinya dekat dengan semangat untuk menuntut ilmu, sehingga tak dapat di pungkiri lagi bahwa mahasiswa harus mampu membuktikan kapasitasnya dalam ekspresi dan aktualisasi ilmu pengetahuan.
Begitu pula dalam hal pergerakannya, baik dalam gerakan politik maupun sosial. Ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Mahasiswa bergerak dengan kebenaran ilmiah yang di dilandasi dengan nurani untuk membela rakyat. Gerakan mahasiswa tidak bisa lagi hanya sekedar gerakan spontan, melainkan menjadi gerakan terencana dan terukur. Dengan itu mahasiswa tidak akan terkesan sekedar menjadi “latah opini” tetapi justru sebagai ahli rekayasa opini.
Knowledge-based movement, dimana gerakan yang dilakukan mahasiswa berbasis ilmu pengetahuan, intelektualitas dan basis kompetensi. Knowledge ini kemudian di transformasikan menjadi sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan advokasi kebijakan publik. Knowledge-based movement ini bergerak dengan mengandalkan tiga modal utama, yakni modal manusia, modal struktur, dan modal jaringan.
Modal manusia sangat berperan dalam menggunakan knowledge itu sendiri. Gerakan mahasiswa tak bisa di pungkiri terdiri dari insan manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan kompetensi. Selain itu mahasiswa juga memiliki kemampuan khusus yang spesifik dan juga sofskill yang diharapkan mampu mendukung gerakan seperti kemapuan lobi, memimpin, entrepreneur, manajerial, dan bidang-bidang lain sesuai dengan kompetensi disiplin ilmu masing-masing. Terakhir, sebagai bentuk keluaran dari pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa, perilaku yang dimiliki juga mencerminkan seorang yang berkarakter, seperti jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, ulet dan memiliki daya juang. Modal manusia adalah modal terbesar yang perlu dimiliki gerakan mahasiswa yang berbasis pengetahuan. Untuk itulah dibutuhkan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Pembinaan antar generasi ini perlu di dukung dengan knowledge management yang baik. Sehingga proses transfer pengetahuan dan pengalaman bisa terjalin dengan baik.
Modal kedua adalah modal struktural atau yang terkait dengan institusi atau organisasi mahasiswa itu sendiri. Bentuk dari organisasis sangat mungkin bervariasi. Namun demikian organisasi yang berbasiskan pengetahuan tentu memiliki keluaran organisasi yang jelas dan mampu dipertanggung jawabkan. Untuk itu pengetahuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi -baik itu yang masih dalam bentuk kajian atau sudah merupakan kesimpulan- perlu untuk di publikasi secara berkala untuk proses diseminasi pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Bentuk publikasi bisa dalam bentuk tulisan di media, jurnal, karya tulis, atau seminar terbuka. Sistem di dalam organisasi pun perlu dikembangkan dengan profesionalitas, pengelolaan sistem informasi yang handal dan skema entrepreneurship dalam pengembangan organisasi. Budaya pengetahuan ini juga bisa dicerminkan oleh organisasi, dimana nilai disiplin, saling menghormati, kerjasama dan menjunjung etika menjadi budaya yang terinternalisasi dengan baik di dalam organisasi.
Modal terakhir adalah modal jaringan. Di masa globalisasi seperti saat ini, pihak yang memiliki jaringan yang kuat akan memenangi persaingan. Gerakan mahasiswa juga bertumpu pada jaringan yang kuat. Jaringan ini bisa dalam bentuk kerjasama, kemitraan, pertukatan informasi dan pengetahuan, dan undangan untuk menghadiri pertemuan atau seminar. Jaringan yang dimiliki tentu dengan berbagai skala, baik lokal, regional, nasional dan internasional. Kekuatan jaringan ini akan memberikan reputasi atau pengakuan berbagai pihak. Tentu hal ini menjadi modal besar untuk meningkatkan posisi tawar gerakan mahasiswa. Terakhir, bagaimana dengan jaringan yang dimiliki, gerakan mahasiswa mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh relasi jaringannya.
Ketiga modal ini menjadi kebutuhan yang perlu di penuhi untuk mengoptimalkan gerakanberbasis pengetahuan. Dengan adanya modal-modal ini gerakan mahasiswa akan menemui performansi yang baik dalam melakukan ekskalasi.
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Rabu, 20 April 2011
Rektor Yang Sinergis Dan Mencintai Mahasiswa
Terpilihnya Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono sebagai Rektor ITS 2011-2015 adalah satu fase dari perubahan ITs kedepannya. Baik atau tidaknya perubahan akan sangat ditentukan dengan sejauh mana perencanaan yang dilakukan dan kolaborasi potensi seperti apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Keluarga Mahasiswa ITS adalah satu identitas kemahasiswaan yang berada dalam satu payung ITS. Dimana Keluarga Mahasiswa ITS adalah bagian dari keluarga besar ITS itu sendiri, dan Keluarga Mahasiswa ITS menjadi bagian yang sangat penting pula dalam membangun ITS menjadi Institusi yang lebih baik. Dalam konteks yang lebih detail adalah bagian kemahasiswaan itu sendiri.
Berbicara tentang hubungan kedepannya, hubungan yang diharapkan antara institusi dengan kemahasiswaan bersifat interdependensi yakni adanya hubungan kemitraan yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Sehingga tidak ada lagi istilah pihak rektorat dan pihak mahasiswa dalam istilah komunikasi yang dijalankan antara institusi dengan mahasiswa. Semua harus berkolaborasi dan memainkan nada nada harmonis agar semua tujuan bisa bergerak dengan baik. Harapan besar dengan adanya masukan ini akan menjadi sebuah hal yang bermanfaat bagi kemahasiswaan ITS kedepan, dan ITS kedepan yang lebih baik yang harmonis dan progresif.
Hubungan yang harmonis akan menumbuhkan satu kolaborasi potensi yang menunjang pembangunan dan pengembangan ITS. Karena kita keluarga, bisa jadi ini menjadi satu jargon yang bisa kita implementasikan bersama bahwa rektorat adalah ayah dan ibu bagi para mahasiswa yang merupakan anak bagi mereka. Ini satu pandangan yang ingin kita bangun bersama sehingga koordinasi yang bersifat kekeluargaan bisa dilakukan dan ini akan menjadi satu bentuk komunikasi yang sangat diharapkan oleh mahasiswa, yakni dengan cara kekeluargaan. Secara kultural memang ini menjadi kebutuhan mahasiswa.
Secara struktural mahasiswa mengharapkan adanya sosok “bapak” yang mampu mengayomi mahasiswa dengan baik, konteks mengayomi disini adalah bagaimana sosok “bapak” ini mampu membimbing, mengarahkan, menginspirasi dan memberikan panduan akan bagaimana kemahasiswaan yang diinginkan bersama.
Visi besar tentang ITS pun diharapkan mampu disampaikan oleh Rektor terpilih kepada mahasiswa dengan baik, karena bagaimanapun mahasiswa harus terlibat dalam pembangunan ITS, mahasiswa berperan sebagai subjek maupun objek dalam pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, sangat besar harapan nantinya ada pertemuan seperti rektor menyapa untuk menginternalisasi visi beliau tentang ITS yang di dalamnya juga tentang kemahasiswaan ITS.
Rektor diharapkan mampu memahami mahasiswa dengan segala karakter mahasiswa yang merekat di dalam diri mahasiswa itu sendiri. Rektor juga diharapkan bisa bersinergi dalam konteks melibatkan mahasiswa dalam program maupun kebijakan yang terkait dengan mahasiswa maupun pembangunan institusi itu sendiri. Selain itu besar harapan juga tidak ada mental blocking antara rektor dengan mahasiswa. Sehingga ia benar benar bisa menjadi sosok ayah bagi para mahasiswa yang melindungi, mengayomi dan membimbing mahasiswa dengan sepenuh cinta.
Tantangan ITS kedepan sangat besar, transformasi ITS BHMN ke ITS BHP, kebutuhan pemenuhan dana ITS yang semakin besar, tantangan world class university, hingga harapan besar ITS untuk bisa menjawab permasalahan bangsa. Sehingga kolaborasi antara institusi dengan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.
Selamat berjuang Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, semoga perjuangan bapak untuk menjadikan ITS yang lebih baik dapat terwujud dalam kurun periodisasi bapak hingga 2015. Bersinarlah ITS dengan Romantika Nusantara untuk Merangkai Senyum Indonesia.
Vivat ITS
Hidup ITS, Hidup ITS, Hidup ITS
MERDEKA !
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Jumat, 18 Februari 2011
Eksistensiku di KM ITS
Arahan kerja BEM FMIPA ITS 2010-2011 klik disini
Draft Program Kerja Kementerian Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011 klik disini
Presentasi BEM FMIPA di Pengkaderan Mahasiswa Baru 2010 Biologi ITS klik disini
GBHK BEM FMIPA ITS 2010-2011 klik disini
Keputusan Sidang Istimewa I HIMABITS ( saya sebagai Pimpinan Sidang I ) klik disini
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Draft Program Kerja Kementerian Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011 klik disini
Presentasi BEM FMIPA di Pengkaderan Mahasiswa Baru 2010 Biologi ITS klik disini
GBHK BEM FMIPA ITS 2010-2011 klik disini
Keputusan Sidang Istimewa I HIMABITS ( saya sebagai Pimpinan Sidang I ) klik disini
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Kampanyeku
Kali ini saya tidak akan menulis berpanjang lebar mengenai masalah-masalah tentang kemahasiswaan atau apalah yang berhubungan dengan eksistensi mahasiswa dalam kerasnya dinamika bangsa ini. Akan tetapi saya akan sedikit CURHAT pengalamanku ketika mencalonkan diri sebagai Ketua HIMABITS 2010-2011. Walaupun saya tidak terpilih, tapi saya cukup merasa senang karena telah berkontribusi dalam Suksesi HIMABITS tersebut. "MENANG atau KALAH" itu hanya HASIL AKHIR, yang terpenting dari itu semua adalah PROSES-nya. Orientasi sesungguhnya adalah pada PROSES bukan pada HASIL AKHIR. Tidak ada gunanya hasil akhir yang cemerlang tetapi cara/proses untuk mendapatkannya adalah cara/proses yang kotor.
Ini visi misiku:
Beberapa hari kemudian mulailah dengan kampanye tulis maupun kampanye lisan dari Calon Ketua. Kampanye lisan diadakan jam 4 sore di selasar Biologi, diawali dengan penyampaian visi misi dari masing-masing Calon Ketua dan dilanjutkan dengan tanya jawab bersama seluruh mahasiswa untuk mengenal dan memahami visi misi dan gagasan-gagasan yang diusung oleh Calon Ketua. Kampanye lisan tersebut diadakan sebanyak 2 kali, dan dimulai pada sore hari (jam 4 sore) dan berakhir pada malam hari (sekitar jam 8 malam) dengan istirahat sholat disela-sela kampanye lisan tersebut. Apabila dibandingkan dengan kampanye-kampanye lisan yang diadakan pada tahun-tahun sebelumnya, kampanye lisan tahun ini merupakan kampanye lisan terlama. Pada kampanye lisan tahun lalu hanya sampai jam 05.30 sore saja, tapi tidak apalah yang penting tetap semangat. Seluruh rangkaian Kampanye Suksesi HIMABITS 2010 telah selesai, tinggal menunggu hari-H penjaringan suara oleh seluruh Mahasiswa Bilogi ITS. Tepat tanggal 3-4 Juni 2010 dilaksanakan Penjaringan Suara Ketua HIMABITS 2010-2011 yang dipusatkan di Selasar Biologi ITS mulai dari pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk hasil perolehan suaranya saya lupa, tapi yang jelasnya saya KALAH, Hehehehe,,,KALAH kok bangga. Ketua HIMABITS 2010-2011 Terpilih adalah teman akrab saya Kurniawan F. Masrif. Seorang sosok yang pendiam, bersahaja, dan pekerja keras. Mungkin itulah yang menjadi daya tarik yang menggerakkan hati dan tangan seluruh Mahasiswa Biologi untuk memilihnya. Kayaknya saya harus banyak belajar dari Wawan (sapaan akrab Kurniawan). Itulah sedikit isi hati saya yang menjadi bagian terpenting dan akan tercatat selamanya di dalam catatan manis hidupku. Yang terpenting tetap SEMANGAT dan tetap melakukan yang terbaik bagi Orang Tua, Almamater, dan Indonesia. Buatlah Indonesia tersenyum dengan karya-karya indah seluruh anak bangsa.
Berikut ini beberapa file kenang-kenanganku ketika mencalonkan sebagai Ketua HIMABITS 2010-2011:
http://www.ziddu.com/download/13859851/Kampanyeku.rar.html
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
![]() |
| Fotoku ketika kampanye tulis |
Visi :
Optimalisasi Potensi HIMABITS Menuju Penguatan Gerakan Mahasiswa Sebagai Aktualisasi Dinamisasi Institusi
Misi :
- Mengembangkan budaya kerja professional dalam internal fungsionaris HIMABITS
- Memperkokoh dan mengembangkan jejaring HIMABITS
- Menjadikan HIMABITS sebagai pusat informasi mahasiswa Biologi ITS
- Mengoptimalkan peran mahasiswa Biologi ITS sebagai centre isu
Beberapa hari kemudian mulailah dengan kampanye tulis maupun kampanye lisan dari Calon Ketua. Kampanye lisan diadakan jam 4 sore di selasar Biologi, diawali dengan penyampaian visi misi dari masing-masing Calon Ketua dan dilanjutkan dengan tanya jawab bersama seluruh mahasiswa untuk mengenal dan memahami visi misi dan gagasan-gagasan yang diusung oleh Calon Ketua. Kampanye lisan tersebut diadakan sebanyak 2 kali, dan dimulai pada sore hari (jam 4 sore) dan berakhir pada malam hari (sekitar jam 8 malam) dengan istirahat sholat disela-sela kampanye lisan tersebut. Apabila dibandingkan dengan kampanye-kampanye lisan yang diadakan pada tahun-tahun sebelumnya, kampanye lisan tahun ini merupakan kampanye lisan terlama. Pada kampanye lisan tahun lalu hanya sampai jam 05.30 sore saja, tapi tidak apalah yang penting tetap semangat. Seluruh rangkaian Kampanye Suksesi HIMABITS 2010 telah selesai, tinggal menunggu hari-H penjaringan suara oleh seluruh Mahasiswa Bilogi ITS. Tepat tanggal 3-4 Juni 2010 dilaksanakan Penjaringan Suara Ketua HIMABITS 2010-2011 yang dipusatkan di Selasar Biologi ITS mulai dari pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk hasil perolehan suaranya saya lupa, tapi yang jelasnya saya KALAH, Hehehehe,,,KALAH kok bangga. Ketua HIMABITS 2010-2011 Terpilih adalah teman akrab saya Kurniawan F. Masrif. Seorang sosok yang pendiam, bersahaja, dan pekerja keras. Mungkin itulah yang menjadi daya tarik yang menggerakkan hati dan tangan seluruh Mahasiswa Biologi untuk memilihnya. Kayaknya saya harus banyak belajar dari Wawan (sapaan akrab Kurniawan). Itulah sedikit isi hati saya yang menjadi bagian terpenting dan akan tercatat selamanya di dalam catatan manis hidupku. Yang terpenting tetap SEMANGAT dan tetap melakukan yang terbaik bagi Orang Tua, Almamater, dan Indonesia. Buatlah Indonesia tersenyum dengan karya-karya indah seluruh anak bangsa.
Berikut ini beberapa file kenang-kenanganku ketika mencalonkan sebagai Ketua HIMABITS 2010-2011:
http://www.ziddu.com/download/13859851/Kampanyeku.rar.html
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Rabu, 02 Februari 2011
Apakah Anda Sudah Menjadi Mahasiswa????
Dalam sebuah bangsa, kaum muda atau pun mahasiswa adalah aset yang tak ternilai harganya. Bahkan kemajuan sebuah bangsa saat tergantung kepada kemampuan kaum muda untuk membuat perubahan-perubahan yang signifikan. yang sebagaimana disebutkan oleh Ortega G. Yasset, Pemuda adalah AGENT OF CHANGE, Agen perubah yang dipundaknya di bebani harapan-harapan bangsa.
Dan untuk saat ini ataupun zaman sekarang, mungkin mahasiswa banyak yang tidak tau tentang arti dari mahasiswa. berbicara hari ini mungkin mahasiswa yang banyak saya lihat akhir-akhir ini hanya berbicara tentang bersenang-senang (hedonis), banyaklah contoh dari kawan-kawan di sekitar kita. Mungkin itu salah satu mental dari mahasiswa Indonesia, ya memang sebuah PR besar yang harus kita kerjakan, bagaimana mental mahasiswa di Indonesia bisa sadar akan arti dari mahasiswa yang notabenenya kita adalah kaum akademis tertinggi.
Oleh karena itu saya menulis artikel ini untuk mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk merubah sedikit pola fikir kita untuk menjadi mahasiswa yang sadar akan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI.
Mungkin kawan-kawan mahasiswa pernah mendengar tentang kata “TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI”, mungkin saya akan sedikit membahas ataupun sedikit menyebutkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu dasar tanggung jawab mahasiswa. Definisi/isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah:
1. Pendidikan dan Pengajaran
Pendidikan adalah sauatu tanggung jawab besar dari kaum akademisi. Pendidikan ini dalam artian kita sebagai mahasiswa/kaum akademis tertinggi harus mempunyai nilai lebih dari pendidikan itu sendiri, bahwasanya itu adalah keilmuan dalam diri kita sendiri. Dan Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka menerusakan pengetahuan atau dengan kata lain dalam rangka transfer of knowledge ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan melalui penelitian oleh mahasiswa di pergurun tinggi. Dalam pendidikan tinggi di negara kita dikenal dengan istilah strata, mulai dari strata satu (S-1) yaitu merupakan pendidikan program sarjana, strata dua (S-2) merupakan program magister dan strata tiga (S-3) yaitu pendidikan doktor dalam suatu disiplin ilmu, serta pendidikan jalur vokasional/non gelar (diploma).
2. Penelitian dan Pengembangan
Kegiatan penelitain dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penelitian,maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas. Artinya penelitain tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja, akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi ke masa depan. Dengan kata lain penelitian di perguruan tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja, tetapi juga sekaligus melaksanakan penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting artinya jauh dimasa yang akan datang.
3. Pengabdian Pada Masyarakat
Pengabdian pada masyarakat harus diartikan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagai hasil dari berbagai penelitian.P engabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat kongkrit dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota civitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit (tidak mencari keuntungan). Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut. Dan mahasiswa adalah kontrol sosial pada masyarakat.dan salah satu tugas mahasiwa adalah kontrol sosial pada masyarakat.
Jelaslah bahwa mahasiswa mempunyai tugas/tanggung jawab menjalani point-point dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. mungkin kalau pendidikan kita dapat dari kampus begitu juga halnya sama dengan penelitian, kita membuat Skripsi atau pun Penelitian Ilmiah (PI). Tapi bagaimana dengan point yang ke tiga???yaitu pengabdian pada masyarakat….
Berbicara pengabdian pada masyarakat tidak terlepas dari kita yang bahwasanya kita adalah mahasiswa yang tugas dan fungsinya adalah Agent Of Social Control atau kontrol sosial pada masyarakat. Para founding father kita sudah banyak berkorban untuk kita dan masyarakat indonesia pada khususnya, apakah kita hanya bisa mengikut dari bagian sejarah yang telah dibuat oleh founding father kita???,kita sebagai mahasiswa harus membuat sejarah baru, sejarah yang bisa di banggakan diri kita dan semua orang banyak.itu HARGA MATI.
Dan berbicara mahasiswa hari ini mungkin banyak yang mempunyai karakter berbeda-beda.ada yang KUPU-KUPU (kuliah pulang, kuliah pulang) ada pula KUNANG-KUNANG (kuliah nangkring, kuliah nangkring). Dan ada beberapa karakter mahasiswa yang hanya fokus di akademis saja, juga yang hedonis saja, dan ada juga mahasiswa yang aktivis saja. IDEALNYA mahasiswa adalah harus mengkolaborasikan antara semua karakter itu dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Mungkin ini sedikit dari ungkapan dari fikiran saya tentang MAHASISWA SAAT INI…..
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Minggu, 30 Januari 2011
Redefinisi Mahasiswa
Berbicara tentang mahasiswa, hal pertama yang harus kita kritisi dan pertanyakan kembali adalah ” benarkah kita ini Mahasiswa ? jika iya, dimanakah eksistensi kita sebagai seorang mahasiswa? atau bahkan kita pun belum mengetahui arti dari mahasiswa itu sendiri?”. Betapa naifnya kita, apabila tidak mengenal diri kita sendiri. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya “ mahasiswa ” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiyah, “ mahasiswa” terdiri dari dua kata, yaitu ” Maha ” yang berarti tinggi dan ” Siswa ” yang berarti subyek pembelajar, jadi dari segi bahasa “ mahasiswa” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi.
Namun jika kita memaknai “ mahasiswa” sebagai subyek pembelajar saja, amatlah sempit pemikiran kita, sebab meski ia diikat oleh suatu definisi study, akan tetapi mengalami perluasan makna mengenai eksistensi dan peran yang dimainkan dirinya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, “mahasiswa” tidak lagi diartikan hanya sebatas subyek pembelajar ( study ), akan tetapi ikut mengisi definisi learning. Mahasiswa adalah seorang pembelajar yang tidak hanya duduk di bangku kuliah kemudian mendengarkan tausiyah dosen, lalu setelah itu pulang dan menghapal di rumah untuk menghadapi Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester. “mahasiswa” dituntut untuk menjadi seorang ”Agent Of Change” dan pelopor perjuangan yang respect dan tanggap terhadap isu sosial serta permasalahan umat dan bangsa.
Apabila kita flashback melihat sejarah, peran mahasiswa acapkali mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari penjajahan hingga kini masa reformasi. “ mahasiswa ” bukan hanya menggendong tas yang berisi buku, tapi mahasiswa turut angkat senjata demi kedaulatan bangsa Indonesia. Dan telah menjadi rahasia umum, bahwasanya mahasiswa lah yang menjadi pelopor restrukturisasi tampuk kepemimpinan NKRI pada saat reformasi 1998. Peran yang diberikan mahasiswa begitu dahsyat, sehingga sendi-sendi bangsa yang telah rapuh, tidak lagi bisa ditutup-tutupi oleh rezim dengan status quo-nya, tetapi bisa dibongkar dan dihancurkan oleh Mahasiswa. Mencermati alunan sejarah bangsa Indonesia, hingga kini tidak terlepas dari peran mahasiswa, oleh karena itu ” mahasiswa ” dapat dikategorikan sebagai ” Agent of social change ” yaitu perubah dan pelopor ke arah perbaikan suatu bangsa.
Kendatipun demikian, paradigma semacam ini belumlah menjadi kesepakatan bersama antar mahasiswa, sebab masih ada sebagian madzhab mahasiswa yang cuek terhadap eksistensi dirinya sebagai seorang mahasiswa , bahkan ia tak mau tahu menahu tentang keadaan sekitar lingkungan masyarakat ataupun sekitar lingkungan kampusnya sendiri. Yang terpenting buat mereka adalah duduk dibangku kuliah menjadi kambing conge dosen , lantas pulang duluan ke rumah, titik. Inikah ”mahasiswa” ? Padahal, mahasiswa adalah sosok yang semestinya kritis, logis, berkemauan tinggi , respect dan tanggap terhadap permasalahan umat dan bangsa, mau bekerja keras, belajar terus menerus, mempunyai nyali untuk menyatakan kebenaran, aplikatif di lingkungan masyarakat serta spiritualis dan konsisten dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ketauhidan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan Konsep itulah, mahasiswa semestinya bergerak dan menyadari dirinya akan eksistensi kemahahasiswaannya itu. Belajar tidaklah hanya sebatas mengejar gelar akademis atau nilai indeks prestasi ( IP ) yang tinggi dan mendapat penghargaan cumlaude, lebih dari itu mahasiswa harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa, atau paling tidak dalam lingkup yang paling mikro, ada suatu kemauan untuk mengembangkan civitas perguruan tinggi dimana ia kuliah, misalnya dengan ikut serta aktif di Organisasi Kemahasiswaan.
Oleh karena itu, Dengan semangat Ramadhan mari bersama memaknai event ini dengan senatiasa menginsyafi dan selalu berintrospeksi diri kita sebagai seorang ” mahasiswa ”, juga kita jadikan sebagai moment untuk ” hijrah ”, yaitu hijrah dari kemalasan menuju kerja keras, hijrah dari sikap pesimis menuju sikap optimis, berani keluar dari kenyamanan untuk mendaki dan menempuh kesulitan, respect dan tanggap terhadap permasalahan umat dan bangsa , sehingga akhirnya kita layak dan pantas untuk disebut sebagai seorang ” mahasiswa ”.
Salim
1508 100 703
Menteri Dalam Negeri BEM FMIPA ITS 2010-2011
Langganan:
Postingan (Atom)


